• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 20.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: 0858 7985 1421
  • SMS/WA: 081 542 080 535
  • BBM : DDA990A8
  • rumahbatikamel@gmail.com
Terpopuler:

Motif Parang

09 Januari 2018 - Kategori Blog

Motif Parang ini terbagi dalam beberapa ukuran yang menunjukkan tingkat kebangsawanan di keraton yogyakarta. Parang ukuran 12 cm s/d 15 cm adalah kain batik yang khusus dikenakan untuk Sultan. Sementara parang dengan ukuran 7 cm dikenakan untuk kerabat dekat keraton. Parang ukuran 5 cm dikenakan untuk abdi dalem dan masyarakat pada umumnya.

Motif Parang dapat kita kenali dengan memperhatikan bahwa motif tersebut tidak ada bentuk yang simetris, tata letak ornamen diagonal atau miring dan mempunyai tepi yang melengkung pada jarak yang sama dan sejajar. Bentuk ini disebut bidang parang. Diantara bidang parang ada motif belah ketupat (malinjo atau mlinjo). Sementara pada ujung lengkung akan diberi motif lung atau sejenisnya (pengembangan dari motif pola parang rusak).

Berikut beberapa contoh batik parang:

 

Saat ini batik telah muncul di berbagai negara dengan ciri khas masing – masing. Batik Indonesia merupakan salah satu batik tertua di dunia yang punya ciri khas sangat khusus yang tidak dapat ditiru atau dibandingkan dengan negara lain. Di setiap garis dan gambar batik Indonesia mempunyai arti dan falsafah. Pemakaiannya pun ada aturannya. Misalnya untuk acara perkawinan batik yang dikenakan adalah batik Truntun atau Sidomukti“

Motif Parang adalah motif yang selalu dalam penataan ornamentnya miring dan selalu menerapkan ragam hias melinjon, yaitu bentuk belah ketupat yang ditata berderet sejajar dengan motif pokok parangnya. Sementara motif Lereng adalah motif yang dalam penataan ornamentnya miring namun tidak menggunakan bentuk melinjon.

Dalam Keraton yogyakarta motif parang yang hanya diperbolehkan untuk dikenakan sultan dan keluarganya dan tidak boleh dikenakan oleh lainnya adalah Parang Barong, Parang Kesit, Parang Barong Seling Tritik, Parang Templek, Parang Baladewa, Parang Kusumo dan Parang Barong Banteng Leider.

Berikut contoh motif parang :

Motif parang memiliki makna  filosofi   sendiri, berikut filosofi  untuk motif parang :

Dalam Upacara adat perkawinan Jawa :

–  Kedua mempelai (penganten) dilarang menggunakan motif parang, hal ini dikarenakan makna filosofis yang terkandung di dalamnya tidak sesuai dengan harapan, maksud tujuan perkawinan.

–  Pager Ayu dan Pager Bagus boleh mengenakan motif parang. Pager Bagus mengenakan motif Parang Kusumo dengan maksud mereka masih bersetatus lajang.  Pager Ayu mengenakan motif Parang Klithik dengan maksud  mereka masih kecil dan suci. Pemakaian motif parang yang dikenakan oleh pager ayu maupun pager bagus dimaksudkan agar para hadirin berkenan mencari menantu  atau  jodoh  diantara  mereka.

Ragam hias batik apapun bentuk motifnya, merupakan bagian warisan kekayaan luhur bangsa Indonesia.  Tanpa adanya rasa cinta dan rasa memiliki maka lambat laun akan hilang dan hanya tinggal kenangan sejarah. Namun yang lebih menyakitkan adalah, apabila motif-motif tersebut diakui oleh bangsa-bangsa lain yang sama sekali tidak mempunyai akar budaya tradisi membatik.

Dengan adanya kegiatan pengenalan batik sebagai warisan tradisi bangsa Indonesia, kita semua berharap. Agar generasi muda, pemerhati batik, pecinta batik, ikut melestarikan dan mengenalkan budaya batik Indonesia yang memiliki jutaan motif dan ragam hias yang begitu indah dan menawan tersebar di seluruh Indonesia tetap terjaga dan bisa terus berkembang.

, , , , , , ,