• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 20.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: 0858 7985 1421
  • SMS/WA: 081 542 080 535
  • BBM : DDA990A8
  • rumahbatikamel@gmail.com
Terpopuler:

Jenis Batik dan Proses Pembuatannya

09 Januari 2018 - Kategori Blog

Selama ini mungkin tidak pernah terbayang dalam benak kita bagaimana proses pembuatan selembar  batik. Kita hanya mengetahui dan melihat keindahan seni batik dengan ribuan motif yang menghiasinya.

Ribuan batik telah dihasilkan oleh para pengarajin Indonesia. Dan menurut segi kualitas batik, jenis batik dapat dibedakan melalui proses pembuatannya yaitu :

  • BATIK TULIS : Batik tulis adalah batik yang seluruh pengerjaannya dengan menggunakan canting untuk menggoreskan lilin atau malam pada kain.
  • BATIK CAP :  Batik cap adalah batik yang sebagian pengerjaannya menggunakan alat cap yang berupa tembaga sebagai alat untuk menempelkan lilin atau malam pada kainnya.
  • BATIK TULIS CAP (KOMBINASI) : Batik tulis cap atau kombinasi adalah batik yang proses pengerjaannya menggunakan canting dan cap sebagai alat untuk menempelkan lilin  atau malam pada kain.
  • BATIK LUKIS : Batik lukis adalah batik yang proses pengerjaannya menggunakan alat-alat selain canting dan cap. Biasanya menggunakan kuas, bambu, dll.
  • BATIK SABLON MALAM : Jenis batik ini sebetulnya merupakan pengembangan dari tehnik baru yaitu kombinasi antara batik sablon malam ( yaitu pola penempelan lilin ke atas kain yang dilakukan dengan menyablonkan malam keatas kain dengan plangkan khusus) dikombinasi dengan pola batik tulis.
  • BATIK PRINTING : jenis ini sebetulnya tidak bisa disebut batik, karena pengerjaannya sama sekali tidak ada proses penempelan malam/lilin keatas kain (baik itu melalui canting tulis, cap maupun sablon malam). Jenis ini sebetulnya lebih tepat disebut “Kain/tekstil bermotif Batik”, karena proses secara keseluruhannya dilakukan melalui hasil printing (seperti produk tekstil/kain motif pada umumnya).

Secara sederhana proses pembuatan batik diawali dengan membuat sket dasar (pola ragam hias), selanjutnya adalah menggambar (melengreng) atau dilakukan dengan cap (tembaga). Setelah menggambar kita dapat memberikan isen-isen yang dilanjutkan dengan memberi warna dasar atau warna pertama yang dapat dilakukan dengan cara dicelup / dicolet / brush.

Langkah selanjutnya adalah menutup sebagian bidang atau bagian-bagian yang diperlukan, kemudian memberi warna kedua dan terakhir adalah menghilangkan lilin yang dalam istilah karya batik dikenal dengan istilah melorod.

Melihat proses pembuatan batik tersebut, tentunya terba-yang dalam benak kita bahwa waktu yang dibutuhkan untuk membuat selembar kain batik tidak cukup satu  atau dua hari dalam pembuatannya. Waktu yang diperlukan untuk membuat batik paling cepat adalah sekitar satu hingga dua minggu untuk menghasilkan batik cap, dengan catatan cap yang digunakan sudah tersedia dan siap pakai. Se-mentara untuk membuat cap dari tembaga tersebut membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga minggu.

Untuk menghasilkan batik tulis cap kita membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Dan untuk pembuatan batik tu-lis halus waktu normal yang digunakan adalah sekitar empat sampai lima bulan. Semakin tinggi tingkat kesulitannya maka waktu yang dibutuhkan semakin lama kadang dapat mencapai tujuh sampai delapan bulan. Dan sewajarnyalah jika harga batik cukup mahal karena proses pembuatannya memang tidak mudah memerlukan keahlian dan daya kreasi seni khusus dari si pembuatnya.

Batik yang kini banyak kita lihat di pasaran sudah merupakan batik kombinasi. Para pengrajin batik Indonesia selalu mengembangkan dan berinovasi untuk menciptakan motif batik baru dengan tidak meninggalkan kesan dan nilai tradisional di dalamnya. Batik-batik modern tetap memiliki arti dan falsafah di setiap goresannya.

, , , , , , , ,