• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 20.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: 0858 7985 1421
  • SMS/WA: 081 542 080 535
  • BBM : DDA990A8
  • rumahbatikamel@gmail.com
Terpopuler:

Batik Pekalongan

08 Desember 2017 - Kategori Blog

Batik Pekalongan sering dikategorikan sebagai Batik Pesisir, yang didalam perkembangan motif, warna maupun pola batiknya banyak dipengaruhi oleh budaya dari beberapa Negara dimasa lampau seperti Negara Cina, India sampai Negara Eropa.

Pengaruh budaya Eropa dan bangsa asing lainnya yang datang ke Indonesia biasanya masuk dari wilayah pesisir Indonesia. Salah satu wilayah pesisir Indonesia yang kaya akan akulturasi budaya adalah Pekalongan, Jawa Tengah.

Sebagai kota yang dijuluki sebagai “Kota Batik”, Pekalongan memiliki potensi yang cukup besar sebagai penghasil batik yang tersebar keseluruh nusantara. Daerah pembatikan di Pekalongan meliputi seluruh desa di kota dan kabupaten Pekalongan. Tiap daerah memiliki kekhasan sendiri yang berorientasi pada segmen pasar. Ragam hias batik Pekalongan umumnya beranekaragam mengikuti permintaan pasar. Pembatik Pekalongan bukan hanya sekedar mengambil ragam hias sebagai titik tolak pengembangan desain baru tetapi melakukan usaha efisiensi, bahkan perbaikan. Usaha efisiensi dicapai dengan bentuk canting yang lebih besar dan dibalut usar, serta pemakaian tonyok (alat semacam kuas untuk menutup kain dengan malam), yang jarang dilakukan oleh pembatik lain. Sedangkan perbaikan dilakukan dengan memperluwes sawut isen-isen ( motif untuk isian batik) dan memperbanyak ragam isen-isen.

Ciri yang menonjol pada batik Pekalongan ialah ragam hiasnya yang senantiasa silih berganti, dinamis dan mengikuti perkembangan pasar, demikian juga dengan tata warnanya. Berbagai teknik pewarnaan diperkenalkan seperti teknik coletan, besutan, sinaran, pewarnaan radioan, formika dan berbagai pengembangan zat-zat pewarna seperti naphtol, indigosol, cat basa, cat ergan, cat rapid dan cat reaktif. Temuan teknik-tekik pewarnaan dikembangkan melalui penyilangan berbagai unsur kimia, untuk memperoleh reaksi pewarnaan yang lebih efisien, beragam dan baru. Motif yang banyak dijumpai dan diminati masyarakat adalah motif floral seperti buketan, tabur, kawung, wit, lereng, jlamprang dan lain-lain.

Dengan warna-warna yang cerah yang menjadi ciri khas batik Pekalongan. Pekalongan merupakan tempat mulai tumbuhnya batik Belanda yang sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa pada saat itu.

, , , , ,